Mantan Kepala Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri), Susno Duadji
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji yang saat ini gabung dengan kelompok oposisi, Susno Duadji, merespons kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada awal 2026.
Ia mempertanyakan klaim pemerintah mengenai kondisi keuangan negara di tengah kabar defisit anggaran yang sudah mencapai lebih dari Rp100 triliun.
Susno pun mempertanyakan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap masih bergantung pada utang untuk menutup kekurangan anggaran.
“Katanya duit kita banyak?," ujar Susno dikutip fajar.co.id, Minggu (8/3/2026).
Kritik terhadap Pengelolaan Keuangan Negara
Susno mempertanyakan narasi pemerintah yang selama ini menyebut kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat.
Menurutnya, jika kondisi keuangan negara benar-benar baik, seharusnya defisit tidak terus terjadi sejak awal tahun anggaran.
"Terus jalan keluarnya mau utang lagi?," tandasnya.
Susno bilang, pemerintah perlu lebih transparan dalam menjelaskan kondisi keuangan negara kepada publik, termasuk strategi mengatasi defisit tanpa harus terus menambah utang.
Guntur Romli: Ketua Malah Sibuk Jalan-jalan ke Luar Negeri
Kader PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, bicara terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di awal tahun 2026.
Ia menyebut bahwa pemerintah belum mampu menunjukkan kinerja fiskal yang meyakinkan di tengah berbagai persoalan nasional yang muncul secara bersamaan.
Guntur menyoroti defisit APBN yang terjadi dalam dua bulan pertama tahun ini. Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya bermasalah.


















































