Hasil survei menu MBG di akun Tere Liye.
Fajar.co.id, Jakarta -- Penulis novel populer Indonesia, Tere Liye, mengungkapkan hasil survei terbuka yang ia lakukan di media sosial terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Survei tersebut melibatkan sekitar 1.500 responden yang mayoritas merupakan murid dan wali murid penerima program. Akun Tere Liye sendiri diikuti lebih dari 7 juta pengguna Facebook.
Tere Liye, yang dikenal sebagai alumni Universitas Indonesia dari Fakultas Ekonomi, menyebut survei ini dilakukan secara terbuka melalui akun Facebook dan Instagram miliknya dan diikuti responden dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari kota besar hingga desa.
Menurutnya, jumlah responden dibatasi pada angka 1.500 orang sekitar 10 jam setelah survei dirilis karena dinilai sudah cukup mewakili gambaran awal penilaian publik terhadap kualitas makanan dalam program tersebut.
Mayoritas Menilai “Biasa Saja” hingga “Tidak Bergizi”
Dalam hasil survei itu, Tere Liye mengungkapkan hanya sebagian kecil responden yang menilai makanan dalam program MBG benar-benar bergizi.
“Dari 1.500 orang yang menjawab, kurang dari 1 persen yang mengatakan ‘bergizi banget’ dan hanya sekitar 2 persen yang menyebut ‘bergizi’,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Sebaliknya, hampir separuh responden atau sekitar 48 persen menilai kualitas makanan hanya “B saja”, atau biasa tanpa keunggulan khusus.
Sementara itu, 26 persen responden menyatakan makanan dalam program tersebut “tidak bergizi”, dan 16 persen lainnya menilai “tidak bergizi banget”. Jika digabungkan, penilaian negatif ini mencapai sekitar 42 persen.
Tere Liye menilai temuan tersebut menjadi catatan serius, mengingat program MBG disebut-sebut menggunakan anggaran sangat besar.

















































