Ancaman Serangan Balasan Iran Picu Peringatan Keras Donald Trump: Kami Akan Menyerang Mereka Dengan Kekuatan Yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya

14 hours ago 5
Donald Trump

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran terkait rencana serangan balasan yang diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan karena bakal dibalas dengan kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya.

"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. MEREKA LEBIH BAIK TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!" jelas Trump melalui akun Truth Social-nya pada Minggu (1/3/2026), seperti dilaporkan BBC.

Ancaman ini muncul menyusul pernyataan dari IRGC yang mengumumkan akan melancarkan "operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran" sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Garda Revolusi juga menyebut Amerika Serikat sebagai teroris.

Iran telah melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Arab, termasuk 27 pangkalan AS dan beberapa fasilitas militer Israel seperti pangkalan udara Tel Nof, markas komando tentara Israel di HaKirya, serta kompleks industri pertahanan di Tel Aviv. Serangan ini menimbulkan ledakan keras dan kepulan asap di berbagai lokasi.

Kantor berita AFP melaporkan ledakan terdengar di dekat bandara Erbil, Irak, yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan AS. Militer Israel menyatakan bahwa mereka tengah merespon serangan rudal Iran, sementara sirene serangan udara diaktifkan di seluruh Israel tengah dan sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |