Bocah 10 Tahun di NTT Akhiri Hidup karena Buku dan Pulpen, Ferdinand Hutahaean: Menyedihkan, Benar-benar Terjadi di Negara Kaya Raya

3 hours ago 2
Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, turut menyampaikan duka mendalam atas tragedi meninggalnya YBS (10).

YBS merupakan murid SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga nekat mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis.

Ferdinand menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian yang sangat memilukan dan menampar nurani bangsa.

Ia mengaku sangat sedih dan prihatin setelah mengetahui kabar duka tersebut benar-benar terjadi di Indonesia.

“Peristiwa yang sangat menyedihkan bagi kita semua terjadi di NTT,” ujar Ferdinand kepada fajar.co.id, Kamis (5/2/2026).

Sulit Diterima Akal Sehat

Ia menyinggung usia korban yang masih sangat belia. Menurutnya, sangat tidak masuk akal seorang anak berusia 10 tahun harus memikul beban hidup sedemikian berat hingga memilih mengakhiri hidupnya.

“Seorang anak kecil berusia 10 tahun, anak SD, rela mengakhiri hidupnya hanya karena orangtuanya tidak mampu membelikan buku dan pulpen untuk sekolah,” tukasnya.

Ferdinand mengaku nyaris tak mampu berkata-kata ketika mendengar kisah tersebut.

Indonesia Negara Kaya Raya

Baginya, tragedi ini menjadi ironi besar di tengah narasi Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya.

“Saya sungguh sangat sedih, sangat prihatin dengan apa yang terjadi. Saya berduka sekali mendengar berita ini ternyata benar-benar terjadi di negara kita yang kaya raya,” ungkapnya.

Ia kembali menegaskan betapa peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |