Dian Sandi Utama Tegaskan Buku Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game Jangan Ditarik: Literasi Kritis Kunci Demokrasi Sehat

12 hours ago 7
Buku Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game

FAJAR.CO.ID - Dian Sandi Utama menegaskan pentingnya menjaga akses terhadap buku kontroversial seperti Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game agar publik dapat mengembangkan literasi kritis dalam menilai narasi politik di Indonesia.

Ia menilai penarikan buku tersebut justru akan menghalangi masyarakat untuk memahami dan membedakan fakta dari opini secara mandiri.

Publik Harus Waspada dan Kritis terhadap Literatur Politik

Dian Sandi Utama menyampaikan bahwa dalam dunia literatur politik, tidak semua buku menyajikan fakta dengan akurat. Ia mencontohkan buku Jokowi Undercover karya Bambang Tri yang sempat menjadi sorotan karena dianggap menyajikan informasi yang berbeda jauh dari kenyataan.

"Jika Pak Rismon, yang katanya seorang doktor, saja bisa salah dalam menulis buku, apalagi Bambang Tri yang menurut pengakuannya sendiri tidak lulus kuliah," dalam keterangannya, 13 Maret 2026.

Lebih lanjut, Dian menyoroti bahwa hanya kelompok tertentu seperti Pak Said Didu dan Gus Nur yang cenderung mempercayai isi buku Bambang Tri.

Literasi Kritis Sebagai Kunci Menghadapi Kontroversi

Dian menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik dan membiarkan buku-buku tersebut tetap beredar. Tujuannya adalah agar publik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan tidak mudah terjebak dalam informasi yang tidak valid.

"Masyarakat perlu tahu bahwa tidak semua buku menuliskan kebenaran. Dengan membaca, masyarakat bisa membedakan mana fakta dan mana opini," jelas Dian.

Konsep restorative justice literasi menjadi landasan Dian dalam menyarankan agar masyarakat diberi ruang untuk memahami dan belajar dari kesalahan atau bias penulis tanpa harus menghilangkan akses ke informasi.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |