Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: ANTARA/REUTERS/Tom Brenner
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Amerika Serikat dibawah Presiden Donald Trump kembali berulah dalam penetapan tarif impor terhadap produk panel surya.
Tarif impor yang dikenakan Trump itu tidak kecil karena naik hingga ratusan persen. Tarif impor itu berlaku bagi panel surya asal Indonesia, India, dan Laos, menurut Departemen Perdagangan AS, Rabu (25/2).
Dalam pernyataannya, Departemen Perdagangan AS mengumumkan tarif sementara sebesar 125,87 persen untuk produk panel surya India. Kemudian, bea masuk imbalan (countervailing duty) dalam rentang 86 hingga 143 persen dikenakan pada panel surya Indonesia, dan Laos pada taraf 81 persen.
Menurut Departemen Perdagangan AS, produk panel surya dari negara tersebut diuntungkan dari subsidi pemerintah setempat yang tidak adil.
Lebih lanjut, laporan Bloomberg menyampaikan bahwa subsidi tersebut memungkinkan eksportir dari ketiga negara untuk menurunkan harga dan bersaing dengan produsen AS. Tarif tersebut ditujukan untuk mendorong produksi panel surya domestik di negeri Paman Sam.
Namun, langkah tersebut juga meningkatkan ketidakpastian bagi industri dan dapat menyebabkan kenaikan biaya bagi produsen maupun konsumen, menurut laporan Bloomberg. India, Indonesia, dan Laos berkontribusi sebesar 57 persen dari seluruh impor panel surya ke AS pada semester pertama 2025, dengan impor dari India sendiri pada 2024 mencapai 792,6 juta dolar AS pada 2024, meningkat sembilan kali lipat dari nilai impor pada 2022.
Penetapan tarif tersebut dilakukan menyusul komplain dari produsen AS, yang melalui gugatannya pada Juli lalu menuduh produsen China membanjiri pasar AS dengan produk berharga murah yang diproduksi di ketiga negara Asia tersebut, termasuk Indonesia.

















































