Ilustrasi tentara Israel
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah unggahan yang menyeret isu sensitif konflik Israel-Palestina.
Sebuah akun bernama Kalong Medsos Dua di X mengunggah foto seorang pria berseragam militer dan menarasikannya sebagai warga Indonesia yang bergabung dengan tentara Israel.
“Ini orang Indonesia yang menjadi tentara Israel dan membunuh warga Palestina. Indonesia oh Indonesia sungguh biadab," tulisnya dikutip fajar.co.id, Kamis (19/2/2026).
Postingan itu menampilkan foto seorang pria mengenakan seragam militer dengan latar bendera Israel.
Reaksi Warganet
Tidak butuh waktu lama, unggahan tersebut viral dan memantik reaksi keras dari warganet.
Hingga Rabu malam, unggahan itu telah ditonton puluhan ribu kali serta dibanjiri komentar, kutipan, dan tanda suka.
Sejumlah netizen langsung melontarkan kecaman. Akun @Yadiesupri1 misalnya, ia meminta agar keluarga dari tentara tersebut diungkap ke publik.
“spill sampe keluarganya lah," ucapnya.
Akun pengunggah kemudian membalas singkat dengan mengatakan bahwa akun tentara tersebut tidak bisa diakses karena terkunci.
Komentar lain datang dari akun @genibryian yang menyinggung aspek kewarganegaraan.
“Pemerintah kita juga tolol, harusnya WNI yg gabung tentara asing langsung aja cabut status WNI nya, kita malah pilih kasih," cetusnya.
"Yang gabung Rusia Army (Merc) otomatis dicabut, tapi yang gabung US Army malah di puji-puji, sekarang ketahuan ada yang di IOF. Payah," tambahnya.
Namun tidak semua warganet langsung percaya. Ada pula yang mempertanyakan keaslian foto yang beredar.
“Foto Ai dipakai, dan banyak yg percaya itu foto asli, hanya di konoha,” tulis akun @bluesman_mr.
Perdebatan pun melebar. Sebagian komentar bernada emosional dan keras, bahkan menyerempet isu sensitif terkait konflik di Palestina.
Kemlu Belum Dapat Informasi Pasti
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara terkait kabar yang menyebut adanya warga negara Indonesia (WNI) diduga bergabung dengan Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan hingga kini pihaknya belum memperoleh informasi resmi mengenai hal tersebut.
"Mengenai dugaan adanya WNI yang bergabung menjadi tentara Israel, dapat disampaikan bahwa KBRI Amman belum mengetahui adanya informasi ini," kata Yvonne, kemarin.
Ia menjelaskan, perwakilan RI di Amman juga belum menerima laporan maupun data yang menguatkan isu tersebut.
Lebih lanjut, Yvonne menegaskan Kemlu siap berkoordinasi dengan Kementerian Hukum yang memiliki kewenangan dalam urusan kewarganegaraan.
"Untuk memverifikasi informasi tersebut dan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku," Yvonne menuturkan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah ramainya perbincangan di media sosial terkait dugaan keterlibatan WNI dalam militer Israel, yang hingga kini masih menunggu kejelasan dan verifikasi resmi dari otoritas terkait. (Muhsin/fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































