Stop Berpikir Profesi Guru dan Dosen adalah Pekerjaan yang Mulai

3 hours ago 2
Ilustrasi -- aktivitas pembelajaran yang dilakukan dosen di kampus

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik soal hak atau gaji yang didapatkan oleh guru dan dosen sampai saat ini masih terus jadi pembahasan hangat.

Meski untuk permasalahan guru honorer di Indonesia sudah mulai diatasi dengan hadirnya PPPK Penuh Waktu hingga Paruh Waktu namun ini belum dirasa cukup.

Solusi Pemerintah dengan hadirnya hal tersebut nyatanya belum membuat hal yang didapatkan guru dan dosen sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tak jarang bahkan, nominal yang didapatkan dari guru atau dosen yang berstatus bisa dikatakan miris.

Salah satu penasihat karier di media sosial Instagram Abil Sudirman coba untuk membedah permasalahan tersebut.

Satu hal yang menurutnya perlu untuk coba dihentikan adalah berpikir bahwa guru atau dosen adalah pekerjaan yang mulia.

“Kita mestinya stop mikir ada profesi yang mulia. baik itu guru ataupun dosen karena kalau kita bicara mulia, kita bicara bekerja secara sukarela biasanya tanpa kita sadar,” katanya diunggahan media sosial Instagram dikutip Kamis (19/2).

Dosen Mulai Bersuara

Abil bahkan menilai di Indonesia saat ini bukan hanya guru yang terus melanjutkan protesnya soal hak atau bayaran yang didapatkan.

Namun, para dosen juga mulai bersuara soal hal ini. Dimana mereka mulai membanding dengan para influencer yang bayaran yang didapatkan bagaikan langit dan bumi.

“Makanya kemarin bukan cuma guru honorer kasusnya, kemarin ada juga dosen yang komplain kok saya cuma dibayar 300 ribu sementara influencer belasan juta sekali ngomong, sekali manggung,” tuturnya.

Perbandingan dengan Influencer

Satu alasan besar mengapa hal ini terus terjadi menurutnya. Karena influencer tidak mau dibayar dengan harga tersebut.

Belum lagi profesi Guru dan Dosen yang sering disebut sebagai pekerjaan yang mulia.

Pahadal pekerjaan ini bisa sejajar dengan profesi dengan bayaran fantastis seperti Dokter, Pilot hingga arsitek.

Namun, melekatnya kata profesi yang mulia membuat pekerjaan ini kesannya seperti pekerjaan yang dibayar menggunakan pahal.

“Karena jawabannya gampang, karena influencer nggak mau dibayar 300 ribu,” jelasnya.

“Guru dan dosesn itu adalah profesi sama halnya pilot, dokter, arsitek. profesi yang harusnya dibayar mahal. kalau kita bilangnya pekerjaan yang mulia kesannya dibayar pake pahala,” terangnya. (Erfyansyah/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |