Guru besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, dan Menteri HAM, Natalius Pigai. (Kolase Foto)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kontroversi sengit terjadi antara Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai dengan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Zainal Arifin Mochtar, terkait rencana debat ilmiah yang akan disiarkan secara langsung pada 5 Maret 2026 di Kompas TV.
Natalius Pigai menuding Prof Zainal takut menghadapi debat tersebut, sehingga memicu perdebatan publik yang semakin memanas.
Provokasi Natalius Pigai dan Tanggapan Prof Zainal
Natalius Pigai melalui akun X pribadinya menyatakan bahwa Prof Zainal menghindari debat ilmiah tentang ilmu pengetahuan HAM.
"Professor takut debat ilmiah. Ilmu Pengetahuan tentang HAM. Video ini sy ambil dari Instagram terbaru beliau setelah jam 11.16 kemarin Kompas TV dan Saya setuju Debat secara live di tanggal 5 Maret 2026," katanya pada Sabtu (28/2/2026).
Lebih lanjut, Pigai menambahkan, setelah Zainal Arifin Mochtar diberitahu KompasTV bahwa Pigai setuju & siap debat, eh tiba-tiba video ini muncul.
"Beliau tidak mau debat ilmiah (ilmu pengetahuan). Sampai di sini kadar kualitas seorang Profesor. Jangan pernah nantang orang yang hidup di dunia HAM. Selesai!" tutup Pigai.
Menanggapi tudingan tersebut, Prof Zainal Arifin Mochtar membalas di kolom komentar dengan menegaskan bahwa dirinya siap menerima tantangan debat.
"Pak @NataliusPigai2, jika bapak punya tradisi baca yang baik, tentu bisa baca twit saya di atas. Saya bicara soal keyakinan yang dikerjakan dan perdebatan tentang kasus-kasus HAM sudah bapak kuasai itu. Nah, ini tantangan diterima. Kok sekarang ajak 'cerdas cermat'😂😂😂," jelas Ucheng, sapaannya.
















































