Prof Hamdan Juhannis: Pembimbing Haji Jangan Baperan, Harus Punya Wawasan, Uang dan Integritas

9 hours ago 6
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis (Foto Muhsinfajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menegaskan pentingnya kematangan pribadi bagi seorang pembimbing ibadah haji.

Hal itu disampaikan Hamdan usai menutup kegiatan Sertifikasi Pembimbing Haji Angkatan III (Mandiri) di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Rabu (11/2/2026) malam.

Harus Tuntas Secara Pribadi

Dikatakan Hamdan, seseorang tidak mungkin menjadi pembimbing haji profesional jika dirinya sendiri belum tuntas secara pribadi.

“Tidak mungkin menjadi pembimbing haji profesional kalau dirinya saja tidak tuntas, tidak selesai,” ujar Hamdan kepada awak media.

Harus Bisa Mengendalikan Emosi

Ia menekankan, salah satu aspek penting yang harus diperkuat adalah kemampuan mengelola emosi.

Sebab, pembimbing akan menghadapi jemaah dengan beragam karakter, kepentingan, dan sikap yang berbeda-beda.

“Nah salah satu yang perlu diperkuat menjadi pembimbing yang selesai dengan dirinya, adalah kemampuan mengelola emosi. Karena gampang emosi orang, apalagi banyak jemaah dengan ragam karakter,” sebutnya.

Pembimbing Haji Rujukan Pelaksanaan Ibadah

Menurutnya, pembimbing ibadah haji adalah rujukan dalam pelaksanaan ibadah. Karena itu, mereka harus mampu menjaga sikap dan pengendalian diri.

“Pembimbing ibadah haji itu rujukan untuk ibadah. Maka harus mampu mengelola emosi, tidak mudah baper, sensi, mengontrol yang kepo-kepo apa itu semua,” Hamdan menuturkan.

3 Hal Wajib Dimiliki Pembimbing Haji

Dalam kesempatan itu, penulis buku 'Melawan Takdir' ini juga menegaskan tiga hal utama yang wajib dimiliki seorang pembimbing haji.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |