Warga Transmigrasi di Kalimantan Selatan Minta Tolong ke Prabowo, Shamsi Ali: Mana yang Biasa Teriak Siap Mati demi Rakyat?

11 hours ago 6
Imam Besar Islamic Center of New York dan Direktur Jamaica Muslim Center Amerika Serikat, Shamsi Ali

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Curhatan warga transmigrasi di Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, terkait lahan pertanian mereka mendadak menjadi perhatian nasional.

Tidak lama setelah video itu diunggah di X, kini tangisan warga yang sampai minta tolong ke Presiden Prabowo Subianto itu ramai diperbincangkan.

Salah satunya diaspora Indonesia yang kini menetap di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali.

Komitmen Prabowo Dipertanyakan

Pria kelahiran Kabupaten Bulukumba ini mempertanyakan kebijakan yang diterima para warga transmigrasi.

Apalagi, Presiden Prabowo berkali-kali berteriak dalam pidatonya tidak ingin rakyatnya mati karena kelaparan.

Dalam beberapa kesempatan, orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan tidak boleh ada orang yang kelaparan di Indonesia.

"Kok bisa seperti ini? Mana yang biasa teriak Siap mati membela rakyat?," ujar Shamsi Ali dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (11/2/2026).

Sebelumnya diberitakan, viral di Media Sosial (Medsos) curhat warga transmigrasi di Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, mengenai lahan pertanian mereka yang diduga dirampas pihak perusahaan.

Pegiat Medsos, Murtadha One, yang dikenal sering menulis terkait genre sosial turut menaruh perhatiannya atas keresahan warga tersebut.

"Ini gimana? Transmigran resmi Pemerintah, sertifikatnya bisa dibatalkan BPN secara sepihak untuk dialihkan ke perusahaan?," ujar Murtadha dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (9/1/2026).

Merasa terpanggil jiwanya untuk menyuarakan suara rakyat kecil, ia menagih janji Presiden Prabowo Subianto yang ingin menyejahterakan Indonesia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |