Putra Khadafi Tewas Dibunuh di Rumahnya, Rusia Desak Penyelidikan Menyeluruh

3 hours ago 3
Putra Muammar Khadafi, Seif Al-Islam Khadafi. (AFP)

Fajar.co.id, Libya -- Seif Al-Islam Khadafi, putra mendiang pemimpin Libya, Muammar Khadafi, tewas dibunuh di kediamannya di Zintan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kematiannya dikonfirmasi oleh penasihat pribadi dan keluarganya, menambah daftar panjang kekerasan di negara yang masih terpecah itu.

Serangan Mendadak di Siang Bolong

Menurut Abdullah Othman Abdurrahim, penasihat pribadi almarhum, peristiwa itu terjadi dengan cepat dan penuh perhitungan. Empat pria bersenjata, yang wajahnya tak dikenal, dikatakan lebih dulu melumpuhkan sistem kamera pengawas.

Setelah itu, dengan leluasa mereka masuk dan mengeksekusi Seif Al-Islam di dalam rumahnya sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas para pelaku belum terungkap. Jaksa Libya sendiri telah mengirim tim forensik ke lokasi kejadian di Zintan, sebuah wilayah di barat laut Libya, untuk memulai penyelidikan.

Pengacaranya, Marcel Ceccaldi, memberikan kronologi yang serupa kepada AFP. Ia menegaskan kliennya menjadi korban sebuah operasi yang terencana.

"Dia (Saif) dibunuh hari ini pukul 14.00 di Zintan di rumahnya oleh empat orang komando," tuturnya.

Kutukan dari Moskow dan Desakan Keadilan

Di sisi lain, reaksi internasional mulai berdatangan. Rusia, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova, menyuarakan kecaman keras atas pembunuhan tersebut. Pemerintah Moskow tampaknya mendesak transparansi dan keadilan dalam proses hukumnya.

"Kami mengecam keras kejahatan ini. Kami berharap akan dilakukan penyelidikan menyeluruh dan para pelaku dibawa ke hadapan hukum," jelasnya seperti dikutip AFP pada Kamis (5/2/2026).

Kematian Seif Al-Islam ini tentu membuka luka lama. Ia pernah menjadi sosok sentral dalam pergolakan Libya pasca-2011, figur yang kontroversial namun tak bisa dipisahkan dari sejarah negeri itu.

Kini, di tengah kabut misteri motif pembunuhannya, yang tersisa adalah pertanyaan besar dan sebuah penyelidikan yang hasilnya masih harus ditunggu. (bs-sam/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |