Festival Literasi 2026 di Kabupaten Gowa, Sulsel.
Fajar.co.id, Gowa — Sejak pagi hari, Minggu (12/4/2026) halaman sederhana di Jl. Dahlia No. 17, Batangkaluku, telah dipenuhi kesibukan. Panitia lalu-lalang menata panggung, menyusun kursi dan meja, memastikan setiap sudut siap menyambut hari yang istimewa. Peluh dan semangat menyatu, bahkan sebelum peserta dan tamu undangan mulai berdatangan.
Perlahan, suasana berubah. Ruang yang semula dipenuhi kesibukan itu menjelma menjadi panggung kecil tempat kata-kata tumbuh, warna-warna berbicara, dan harapan menemukan bentuknya.
Di sanalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Belajar Kita—RAKIT Gowa—menggelar Festival Literasi 2026, sebuah perayaan yang terasa dekat di hati masyarakat.
Anak-anak datang dengan mata berbinar. Sebagian menggenggam kertas, sebagian membawa cerita, sebagian lagi hanya membawa rasa ingin tahu. Namun ketika kegiatan dimulai pukul 10.00 WITA, semuanya larut dalam satu suasana yang sama—hangat, hidup, dan penuh makna.
Puisi-puisi dilantunkan dengan suara polos namun jujur. Pantun-pantun mengalir ringan, mengundang senyum di antara hadirin.
Dongeng-dongeng dibacakan dengan imajinasi yang tak terbatas. Sementara itu, di sudut lain, warna-warna cerah menari di atas kertas, lahir dari tangan-tangan kecil yang sedang belajar mengenal dunia.
Sebanyak 40 peserta mengikuti berbagai lomba—baca puisi, pantun, mendongeng, hingga mewarnai. Namun yang tumbuh hari itu bukan sekadar kompetisi, melainkan keberanian, rasa percaya diri, dan kegembiraan yang sederhana.
RAKIT, singkatan dari Rumah Belajar Kita, kembali membuktikan dirinya bukan hanya sebagai taman baca, tetapi sebagai ruang hidup bagi literasi. Bersama mahasiswa magang dari Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Makassar (UNM), kegiatan ini menjadi jembatan antara buku dan kehidupan sehari-hari masyarakat.


















































