Menteri UMKM saat melakukan sidak di BSI. (Tangkapan layar video)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal itu menuai sorotan dan jadi buah bibir netizen.
Pasalnya, sidak itu menindaklanjuti aduan nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) terkait penambahan agunan pada pinjaman di bawah Rp100 juta. Sidak dilakukan bersama pelaku UMKM bernama Sakinah yang mengeluhkan sertifikat rumahnya ditahan pihak bank.
Pada kesempatan itu, Maman meminta pihak BSI mengembalikan agunan berupa sertifikat rumah milik Sakinah. Pengembalian agunan itu dimaksudkan agar dapat digunakan sebagai solusi penyelesaian kredit macet sekaligus membantu pengembangan usaha UMKM yang bersangkutan.
Sakinah mengalami kredit macet sehingga ia berencana untuk menjual rumahnya. Namun, pihak BSI menolak memberikan sertifikat rumah yang dijadikan agunan KUR.
"Kenapa masih ditahan oleh Bank BSI? Kalau memang ragu jangan kasih sama sekali (KUR), supaya jangan ada polemik kayak begini," kata Maman
Sontak, video itu menjadi sorotan warganet. Tak sedikit yang menyalahkan Maman.
“Kocak bener nih menteri,” tulis seorang warganet.
Ada yang menanyakan, bagaimana jika banyak orang yang mengalami hal serupa Sakinah.
“Tapi kalo kreditnya macet nunggak semua pak menteri mau bayarin kan?” tanya warganet.
“Orang kasih pinjaman pasti pakai jaminanlah, kalau yang berutang kabur dan tidak bayar lalu siapa yg bayarin utangnya? Gak mungkin sekelas Bank BUMN mau macem2. Itu hanya ada kesalahpahaman aja,” kata warganet lainnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































