Whoosh (Sekretariat Negara)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini menuai sorotan.
Pasalnya, Prabowo sebelumnya meminta publik terkait kisruh utang Whoosh. Namun kini pemerintah malah ingin membayarnya pakai APBN.
Adapun pernyataan Prasetyo disampaikan kepada jurnalis. Saat berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa 10 Februari 2026.
“Iya (Bayar utang Whoosh pakai APBN,” kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan Istana mendapatkan laporan rapat terakhir tentang pembayaran utang tersebut masih dalam proses pembicaraan teknis. Nantinya negosiasi pelunasan utang ini akan dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara Jadi masih ada finalisasi Sekarang proses negosiasi atau Pembicaraan teknisnya itu Langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” jelas Prasetyo.
Prabowo Minta Publik Tak Khawatir
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta agar persoalan pembayaran utang proyek kereta cepat tidak dijadikan bahan politik.
“Jangan khawatir, saya sudah pelajari masalahnya. Indonesia sanggup dan itu wajar semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kemampuan ekonomi yang cukup kuat untuk menanggung kewajiban tersebut.
“Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang lain,” tegasnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































