Mirip Jalan Pelosok, Pengguna Jalan Perintis-Urip Makassar: “Makan Debu” dan “Mandi Lumpur”

14 hours ago 7
Tampak Jalan Urip Sumoharjo yang berdebu karena sisa material perbaikan jalan (Foto: Arya/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masalah jalan di Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Urip Sumharjo, Makassar, Sulawesi Selatan jadi persoalan rumpang yang tak kunjung rampung. Jalan nasional itu dikeluhkan karena mirip jalan di pelosok.

“Iya. Sudah kayak jalan di pelosok,” kata Aini, seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin kepada fajar.co.id, Selasa (10/2/2026).

Aini kerap melalui dua jalan nasional itu. Nyaris tiap hari. “Sebenarnya dulu nda terlalu parah begini,” ujarnya.

Aini tak asal cuap. Sebelumnya, dua ruas jalan tersebut memang dilakukan pemeliharaan pada Oktober hingga Desember 2025.

Ada dua titik. Pertama di Jalan Urip sepanjang 700 meter, kedua di Jalan Perintis sepanjang 1,63 kilometer.

Anggarannya tak main-main, mencapai Rp22 miliar. Berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025, alias uang rakyat.

Namun proyek itu tak sesuai yang diharapkan pengguna jalan. Masih di awal Januari, aspalnya terkelupas.

Di beberapa titik, jalan bergelombang. Lubang-lubang yang ditambal dengan aspal baru justru menjadi ruas jalan yang tidak rata.

Aspal tak rata itu belakangan kembali dikeruk, untuk kembali dilakukan pengaspalan baru. Sesuai permintaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan kepada kontraktor.

Namun pengerukan itu menyisakan persoalan baru. Bekas kerukan menggunakan alat berat, meninggalkan lubang di jalan yang memanjang.

Itu berbahaya bagi pengenedara. Mengingat membuat permukaan jalan tidak rata, sehingga membuat laju kendaraan tidak stabil.

Jika hujan atau setelahnya, kondisi makin berbahaya karena licin. Kalaupun beberapa waktu tak hujan, bekas material seperti pasir membuat jalan berdebu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |