Andi Sinulingga Kritik Wacana Hentikan Alfamart-Indomaret demi Koperasi Merah Putih: Jahat Amat

8 hours ago 4
Andi Sinulingga

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Polemik terkait wacana penghentian operasional ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret demi mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KMP) kembali memanas. Aktivis Kolaborasi Rakyat Jakarta, Andi Sinulingga, menilai narasi tersebut tidak tepat karena membenturkan sesama pelaku usaha anak bangsa.

Andi Sinulingga Soroti Narasi yang Membenturkan Koperasi dan Ritel Modern

Andi mempertanyakan mengapa koperasi desa harus diposisikan berhadap-hadapan dengan ritel modern yang selama ini sudah berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Ia menegaskan bahwa membangun koperasi desa adalah langkah positif, namun tidak harus diiringi dengan upaya menghentikan usaha lain yang sudah berjalan.

"Kenapa harus dibentur-benturkan sesama anak bangsa?" katanya dalam cuitan di X pada 20 Februari 2026.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa Alfamart dan Indomaret turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja yang semuanya adalah anak bangsa.

"Bukankah perusahaan tersebut bikin ekonomi Indonesia tumbuh? Menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja dan mereka itu semua anak bangsa," jelasnya.

Andi pun menyayangkan jika koperasi desa harus diposisikan seolah menjadi ancaman bagi ritel modern.

"Kenapa dibenturkan dengan KMP? Jahat amat," pungkasnya.

Menteri Desa Yandri Susanto Dorong Penghentian Alfamart dan Indomaret

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan dalam sebuah video yang beredar bahwa jika Koperasi Desa Merah Putih sudah berjalan, maka operasional Alfamart dan Indomaret sebaiknya dihentikan.

"Kalau KOPDES itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret di-stop. Tidak perlu lagi malah pakai apa tadi. Saya kira pemerintah harus berpihak, Pak," kata Yandri dalam video tersebut.

Ia mempertanyakan keberpihakan pemerintah jika koperasi desa dibangun namun ritel modern tetap menjamur, yang menurutnya tidak seimbang.

"Buat apa kita membangun KOPDES tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya yang merajalela? Yaitu artinya, ya tidak apple to apple sebenarnya," terangnya.

Yandri menilai dominasi ritel modern yang sangat besar dan monopoli selama ini bisa menjadi ancaman serius bagi koperasi desa.

"Kalau mereka sudah sangat besar, sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi KOPDES. Saya setuju," katanya.

"Kalau KOPDES jalan, Alfamart cukup sampai di situ, Pak. Sudah 20 ribu lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa merajalelanya," tambahnya.

Implikasi dan Harapan Kedepan

Polemik ini mencerminkan ketegangan dalam upaya pemerintah dan masyarakat untuk menyeimbangkan antara pengembangan koperasi desa dan keberadaan ritel modern yang sudah mapan. Sementara Andi Sinulingga menekankan pentingnya persaingan sehat tanpa saling menjatuhkan, Menteri Yandri menyoroti perlunya keberpihakan yang lebih tegas demi melindungi koperasi desa agar dapat berkembang tanpa tergerus dominasi ritel besar.

Diskusi ini diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berimbang, sehingga semua pihak dapat berkontribusi positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. (Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |