Sosiolog Ingatkan Benahi Macet di Peringatan Setahun Pemerintahan Mulia: Kerugian Rp12 Triliun Tiap Tahun

10 hours ago 4
Suasana kegiatan peringatan satu tahun Pemerintahan Mulia (Foto: Arya/Fajar)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR -- Sosiolog dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Sawedi Muhammad mengingatkan sejumlah persoalan di Kota Makassar. Salah satunya macet, yang berpotensi menyebabkan kerugian Rp12 triliun tiap tahun.

Hal itu diungkapkan Sawedi di hadapan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat peringatan satu tahun Pemerintahan Mulia di Tribun Karebosi, Jalan Ahmad Yani, Makassar. Berlangsung hari ini, Jumat (20/2/2026).

Mulanya, Sawedi mengatakan dirinya punya sejumlah catatan untuk pemerintahan yang berjalan. Dimulai dari perilaku anak muda di Makassar.

“Ada catatan-catatan titian saya kepada pak wali, ada beberapa poin yang kita prioritaskan. Pertama, perlu ada riset yang mendalam, terkait perilaku anak muda kita yang gampang tersulut emosinya untuk terlibat perkelahian antar kelompok,” ujarnya.

Dia mengungkit sejumlah peristiwa perselisihan antar kelompok. Seperti yang terjadi di daerah utara kota.

“Tragedi di Sapiria, di Jalan Sunu dan sekitarnya. Perlu jadi riset yang terpadu. Kira-kira anak muda Makassar ini kehidupannya seperti apa, kegundahannya seperti apa,” imbuhnya.

Sawedi mendorong, agar pemerintah kota bekerja sama dengan pihak terkait melakukan hal kongkrit. Sehingga hal peristiwa tak lagi terjadi.

Kedua, dia menyinggung persoalan macet di Makassar. Menurutnya, perlu upaya lebih sistematis untuk megurangi kemacetan di Makassar.

Disitula dia menyinggung potensi kerugian karena macet.

“Data yang saya peroleh, kemacetan yang terjadi di Makassar, tiap tahunnya dapat menyebabkan kerugian Rp12 triliun,” terangnya.

Menurutnya, angka tersebut besar. Apalagi, kerugian karena macet bukan hanya soal ekonomi.

“Ini angka yang sangat besar, bukan hanya implikasi ekonomi, tapi juga implikasi emosional. Orang bisa jadi gagal melakukan transaksi bisnis, kemudian sparepart mobil bisa cepat aus, pemborosan bensin, dan sebagainya,” jelasnya.

Sawedi juga menyinggung soal banjir. Dia mengatakan memang sudah ada upaya pemerintah untuk menanggulangi, tapi perlu tindakan yang lebih kongkret.

“Sudah ada task force yang dibuat,” ujarnya.

Walau begitu, dia menilai perlu membentuk tim yang lebih spesifik untuk masing-masing persoalan.

“Terakhir, saya rasa perlu pembuatan task force yang lebih spesifik. Misalnya task force pembersihan kanal, task force trafic, task force banjir yang sudah ada, dan tim yang bisa menangani anak muda kita ini diarahkan untuk mendukung pembangunan di Makassar,” pungkasnya. (Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |