Co-Founder Malaka Project Dea Anugrah soal Cuitan Lawasnya Beri Salam ke Akun Israel: Mohon Maaf untuk Ketololan Itu

7 hours ago 3

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Co-Founder Malaka Project, Dea Anugrah menjadi sorotan. Setelah jejak digitalnya berkaitan dengan Israel dan Palestina kembali mencuat di media sosial.

Salah satunya, saat Dea mengunggah cuitan di X — dulu witter—, dengan mengucapkan salam dan menandai akun @Israel dan @israelnetwork. Lalu dibalas oleh @israelntwork.

“Shabbat shalom! @Israel dan @israelnetwork,” tulis Dhea tertanggal 4 April 2014. Melalui akun X pribadinya @birokayumanis.

Akun itu juga membalasnya. Kembali mengucapkan salam.

“Thank you shabbat shalom to you!” tulis akun @israelnetwork pada tanggal 5 April 2014.

Cuitan itu, kini ramai di X. Di sejumlah media sosial seperti Instagram, tangkapan layarnya diunggah di sejumlah akun.

Sementara itu, Dea tak membantah. Dia mengakui cuitannya, bahkan jejak digital lain yang juga jadi sorotan.

“Halo. Perihal dua twit lamaku, berisi salam ke akun Israel (2014), olok-olok tentang buku untuk anak-anak Palestina (2017), juga artikel berjudul "Kisah Sedih, Perang, dan Musuh yang Diciptakan" (2017) itu memang kesalahanku. Itu bodoh, jahat, dan insensitif,” tulis Dea melalui akun X pribadinya, dikutip Jumat (20/2/2026).

Dia mengaku menyesal dan meminta maaf.

“Aku menyesal dan mohon maaf untuk ketololan itu. Dibaca lagi sekarang, dalam konteks dunia yang semakin buruk dan genosida yang dialami bangsa Palestina, keburukan itu menjadi berlipat ganda,” imbuhnya.

Dea menyebut sebenarnya telah lupa dengan cuitan itu. Baru ingat kembali setelah ada pihak yang menyebarkannya.

“Jujur, kalau ga ada yang mengedarkannya lagi, aku udah lupa pernah bikin dua twit itu. Meski udah lama berlalu, kesalahan tetap kesalahan. Ketololan tetap ketololan. Aku mohon maaf kepada semua yang terluka karenanya,” terangnya.

Di sisi lain, dia membantah anggapan bahwa dirinya terlibat dalam operasi tertentu untuk memoles citra Israel. Dea mengaku cuitan lawasnya murni karena kebodohannya sendiri.

“Terakhir, aku gak pernah dan gak akan pernah jadi bagian dari jaringan atau organisasi pemoles citra Israel. Twit-twit lamaku itu muncul dari impuls bocah tolol kebelet edgy, dan artikel itu kutulis dalam kenaifan politik. Gak ada agenda terselubung. Pure stupidity,” jelasnya.

Jika dulu dia punya sikap demikian terkait genosida di Palestina, kini Dea mengaku waktu bisa mengubah orang. Kini dia mendukung kemerdekaan Palesina.

“Waktu mengubah orang. Bisa jadi makin buruk, bisa makin baik. Tentang sikapku terhadap penjajahan di Palestina, aku yakin ia tergolong yang kedua. Sejak akhir Oktober 2023, aku gak lagi percaya dengan solusi dua negara. Palestina harus merdeka,” paparnya.

(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |