Indonesia Pimpin Pasukan Stabilisasi Internasional Gaza, Siap Kerahkan 8.000 Tentara

12 hours ago 3
Ilustrasi anggota TNI bersenjata lengkap.(Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON -- - Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) Gaza yang baru dibentuk, dengan kesiapan mengerahkan hingga 8.000 tentara untuk mendukung keamanan di wilayah tersebut.

Pengumuman ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Donald Trump di Washington, di mana Indonesia bersama Maroko dan Kazakhstan menjadi negara utama dalam pasukan multinasional ini.

"Saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF," jelas Mayor Jenderal Jasper Jeffers saat pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Komitmen Negara-Negara Peserta dan Dukungan Multilateral

Selain Indonesia, lima negara telah menyatakan komitmen untuk mengerahkan pasukan dalam ISF, yaitu Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Maroko menjadi negara Arab pertama yang berjanji akan mengirim personel polisi dan melatih polisi Gaza, serta mengirim perwira militer berpangkat tinggi ke komando militer gabungan ISF. Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, menegaskan komitmen tersebut.

Kazakhstan pun menyatakan akan mengirim unit militer lengkap dengan tim medis. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyampaikan hal ini dalam pertemuan di Washington, di mana Presiden Trump mengumumkan negara-negara peserta telah menjanjikan dana sebesar 7 miliar dolar AS untuk Gaza.

Turki Siap Berkontribusi Meski Tantangan Gencatan Senjata

Turki juga mengisyaratkan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pasukan tersebut. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan Ankara siap membantu rehabilitasi sektor kesehatan dan pendidikan serta pelatihan pasukan polisi Gaza. Ia menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi mengingat pelanggaran gencatan senjata yang masih berlangsung.

"Situasi kemanusiaan tetap rapuh, dan pelanggaran gencatan senjata terus terjadi. Oleh karena itu, respons yang cepat, terkoordinasi, dan efektif sangat penting," kata Fidan.

Antusiasme Palestina dan Proses Perekrutan Pasukan Polisi Transisi

Di sisi lain, sekitar 2.000 warga Palestina telah mendaftar dalam beberapa jam pertama setelah pendaftaran dibuka untuk pasukan polisi transisi yang akan bertugas di Gaza. Hal ini diungkapkan oleh Nikolay Mladenov, utusan yang ditunjuk oleh Presiden Trump untuk mengawasi koordinasi pascaperang di Gaza.

Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) menyatakan bahwa proses perekrutan terbuka untuk pria dan wanita yang memenuhi syarat dan berkomitmen pada profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi dalam penegakan hukum di Gaza.

"Dengan gencatan senjata yang sekarang berlaku dan Komite yang akan mengambil alih tanggung jawabnya di Gaza, sudah saatnya memberi kesempatan kepada mereka yang siap memikul tanggung jawab dan menegakkan supremasi hukum," kata NCAG pada hari Kamis. "Fase selanjutnya membutuhkan penguatan lembaga kepolisian, penguatan profesionalisme, dan memastikan kepercayaan publik," tambahnya.

Struktur Pasukan dan Harapan Perdamaian

Pasukan Stabilisasi Internasional Gaza dirancang sebagai penempatan multinasional yang bertujuan mendukung keamanan dan kepolisian di wilayah tersebut. Misi ini diharapkan dapat mengerahkan hingga 20.000 personel, termasuk pasukan polisi baru yang akan dibentuk di Gaza.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |