Ramada (Ilustrasi/Islamiyah Relief)
FAJAR.CO.ID - Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memanen pahala sebanyak-banyaknya. Puasa yang berkualitas tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghidupkan amalan-amalan sunnah Rasulullah SAW yang membawa keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah.
Segera Berbuka dan Mengakhirkan Sahur, Kunci Kemudahan Berpuasa
Dr. Imam Makruf, Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, menegaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka puasa segera setelah azan Magrib berkumandang. Sementara itu, sahur dianjurkan dilakukan mendekati waktu imsak agar puasa berjalan optimal.
"Amalan sunah yang dituntunkan Rasulullah SAW adalah mempercepat atau mensegerakan takjil atau berbuka puasa, dan mengakhirkan dalam melakukan sahur," katanya dalam sebuah video YouTube.
Lebih lanjut, Imam Makruf menjelaskan bahwa sunnah ini tidak hanya mudah dilakukan tetapi juga menyenangkan. "Siapa yang tidak suka kalau berbuka lebih cepat? Siapa yang tidak senang kalau sahur di akhir agar puasa kita lebih baik," bebernya.
Keberkahan Sahur dan Pentingnya Istigfar di Sepertiga Malam
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya tidak melewatkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, "Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." Selain itu, hadis riwayat Ahmad menambahkan, "Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur."
Selain itu, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istigfar, terutama di sepertiga malam terakhir. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS Az-Zariyat ayat 17-18 yang menyatakan bahwa orang-orang bertakwa sedikit tidur di malam hari dan memohon ampunan pada akhir malam.
Perbanyak Sedekah dan Doa untuk Mendapatkan Keistimewaan Ramadhan
Amalan sedekah juga sangat dianjurkan selama Ramadhan karena dapat membersihkan harta dan melembutkan hati. Sedekah di bulan suci ini memiliki keistimewaan karena pahalanya dilipatgandakan. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah melewatkan sedekah, bahkan meski hanya berupa sepotong kue atau sebutir bawang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad.
Selain itu, memperbanyak doa selama Ramadhan sangat dianjurkan karena doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab. Dalam hadis riwayat Baihaqi disebutkan, "Tiga doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua, doa orang berpuasa, dan doa musafir."
Kendati demikian, menjalankan amalan-amalan sunnah ini dengan penuh kesungguhan akan membawa keberkahan dan kemudahan dalam beribadah selama Ramadhan.
(Erfyansyah/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































