Pemerintah Matangkan Rencana CPNS 2026 dengan Fokus Kebutuhan Riil dan Kompetensi Prioritas

2 hours ago 3
ilustrasi CPNS

FAJAR.CO.ID - Pemerintah tengah mematangkan rencana pembukaan seleksi CPNS 2026 dengan pendekatan yang sangat berhati-hati dan berbasis kebutuhan riil.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa penyusunan formasi CPNS tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus selaras dengan arah pembangunan nasional dan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ke depan ASN harus mengisi posisi yang ditinggalkan pegawai pensiun. Kami juga menghitung kebutuhan kompetensi untuk mendukung Asta Cita Presiden. Jadi bukan sekadar jumlah, tapi juga jenis keahlian yang diperlukan," jelas Rini.

Penghitungan Kebutuhan Aparatur dan Kompetensi

Rini menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan kebutuhan aparatur secara menyeluruh, termasuk menyesuaikan dengan perubahan struktur organisasi di berbagai kementerian dan lembaga. Dia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada fresh graduate, tetapi semua harus dihitung secara matang agar formasi yang dibuka benar-benar sesuai kebutuhan.

"Saya juga concern agar fresh graduate tetap mendapat kesempatan. Tapi semuanya harus dihitung matang," katanya saat ditemui di Jakarta.

Strategi Rekrutmen Kementerian Keuangan dan BRIN

Selain Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan juga mulai menyiapkan skema rekrutmen CPNS 2026. Dalam Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029, terdapat rencana penambahan pegawai yang tidak hanya melalui jalur CPNS umum, tetapi juga sekolah kedinasan seperti Politeknik Keuangan Negara STAN dan jalur PPPK. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pendaftaran CPNS 2026 akan dibuka terbatas, khususnya untuk lulusan STAN dan SMA.

"Tahun depan, Kemenkeu berencana menyerap sekitar 279 lulusan STAN dan sekitar 300 lulusan SMA yang akan direkrut sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," beber Purbaya.

Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan sinyal akan membuka formasi CPNS 2026 khusus untuk periset. Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mengatasi minimnya jumlah peneliti di Indonesia, dengan fokus pada bidang pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomika, antariksa, sains material, dan teknologi keberlanjutan.

"Rasio periset Indonesia masih sekitar 300 orang per satu juta penduduk, jauh tertinggal dibanding negara maju yang mencapai sekitar 4.000 per satu juta penduduk," jelas Arif.

Prioritas Formasi dan Kesempatan bagi Lulusan SMA/SMK

Diprediksi, CPNS 2026 akan memprioritaskan sektor strategis seperti tenaga pendidikan (guru dan dosen), tenaga kesehatan (dokter, perawat, apoteker), serta tenaga teknis di bidang TI, analisis kebijakan, dan pelayanan publik. Kesempatan juga dibuka bagi lulusan SMA/SMK untuk posisi tenaga pelaksana di beberapa instansi pusat maupun daerah.

Selain jalur CPNS, pemerintah pada 2025 lalu juga membuka seleksi sekolah kedinasan dengan total 3.252 formasi yang tersebar di berbagai institusi seperti STMKG, STIS, IPDN, STIN, PKN STAN, dan sekolah kedinasan Kemenhub. Seleksi ini telah berlangsung sejak akhir Juni 2025 dengan tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Agustus 2025.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |