FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan antara Eggi Sudjana dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Hubungan yang sebelumnya solid di kubu penggugat ijazah Jokowi kini justru retak.
Eggi yang semula berada dalam barisan bersama Roy Suryo Cs, kini berbalik arah. Ia telah berdamai dengan Jokowi, dan kesepakatan itu membuat status tersangkanya resmi dihapus.
Namun, langkah damai tersebut justru memicu polemik baru. Eggi gerah setelah dituding sebagai pengkhianat oleh mantan rekan seperjuangannya.
Tidak tinggal diam, Eggi resmi melaporkan Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin ke polisi atas dugaan fitnah dan penghinaan.
Ia keberatan dengan tudingan bahwa dirinya “dibeli untuk jadi pengkhianat” serta sebutan “tuyul” yang dialamatkan kepadanya.
Mengutip pernyataannya dalam podcast YouTube Forum Keadilan TV bersama host Margi Syarif, Eggi menganggap bahwa tuduhan tersebut sangat serius dan tidak berdasar.
"Dia pakai istilah membeli. Saya boleh dong tanya, dibeli berapa? Mana transaksinya? Kalau tidak sesuai fakta, itu namanya fitnah. Sakit hati saya,” ujar Eggi dikutip fajar.co.id pada Kamis (19/2/2026).
Kekesalannya memuncak saat Roy menyematkan istilah “tuyul” kepadanya.
Kata Eggi, konteks pernyataan tersebut bukan satire, melainkan penghinaan langsung, terlebih ia sedang menghadapi persoalan hukum.
"Satire itu seperti puisi Butet, enggak ada kasus. Ini saya lagi ada kasus sama dia. Kenapa saya dibilang tuyul?," cetusnya.
Eggi menegaskan, harga dirinya terusik sehingga memilih jalur hukum, meski sebelumnya mereka berada di barisan yang sama.
"Tapi ketika dia menghina seperti ini, harga diri saya terinjak-injak enggak bisa dong. Batasnya di situ," imbuhnya.
Bisa Tempuh Cara Lain, Tapi Pilih Jalur Hukum
Eggi mengaku tudingan yang diarahkan kepadanya sudah kelewat batas.
Ia bahkan menyebut memiliki kemampuan untuk membalas dengan cara keras, namun memilih menempuh proses hukum sebagai bentuk edukasi.
“Kalau saya pakai teori kerusuhan, ini kesempatan saya bikin rusuh. Saya bisa datangin, saya bisa gebukin. Saya punya banyak pasukan. Tapi itu enggak benar. Maka saya tempuh jalur hukum,” katanya.
Meski demikian, ia membuka ruang maaf jika pihak yang menudingnya bersedia meminta maaf.
Eggi juga menepis anggapan bahwa bebasnya ia dari status tersangka merupakan hasil lobi politik. Ia menegaskan semua murni proses hukum.
Retaknya hubungan ini juga disebut-sebut berkaitan dengan dinamika internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Eggi menduga ada ambisi pribadi di balik serangan terhadap dirinya.
"Saya pernah dengar dari orang, dia (Khoizinudin) pernah mengatakan, 'Ya Bang Eggi jangan jadi pemimpin terus dong. Sekali-sekali harus gue jadi imam, dia jadi makmum.' Berarti dia ingin tampil," beber Eggi.
Soal Karikatur Tuyul
Sebelumnya, dalam sebuah podcast awal Februari lalu, Roy Suryo sempat menyinggung soal restorative justice yang diterima Eggi dan Damai Lubis.
Saat itu, Roy menunjukkan karikatur karya Lukas Luwarso yang menggambarkan dua tuyul menghadap jin ifrit.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































