Anomali dan Ironi Datangkan 35 Ribu Unit Mobil dari India untuk Koperasi Merah Putih, di Kondisi Perekonomian yang Sesak Nafas

2 hours ago 3

FAJAR.CO.ID - Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan mendatangkan 35 ribu unit mobil pikap dari pabrikan India, Mahindra, untuk memperkuat sektor logistik pangan melalui Koperasi Merah Putih. Namun, kebijakan ini menuai sorotan tajam di tengah kondisi fiskal negara yang sedang defisit dan utang yang menumpuk hingga Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025.

Keputusan mendatangkan mobil impor tersebut dinilai kontradiktif dengan kondisi ekonomi yang sesak nafas, apalagi Indonesia memiliki industri otomotif sendiri yang mampu memproduksi kendaraan kompetitif secara lokal. Dengan harga satu unit mobil mencapai Rp278 juta, total pengeluaran untuk 35.000 unit mencapai Rp9,7 triliun, angka yang cukup besar di tengah tekanan fiskal saat ini.

Mobil Mahindra Scorpio Pik Up, Pilihan untuk Logistik Pangan

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi bahwa unit kendaraan tersebut sudah mulai mendarat di Indonesia. Kendaraan jenis single cabin ini dipilih karena memiliki durabilitas tinggi dan kemampuan operasional yang sesuai untuk medan berat di lapangan.

CEO Automotive Division Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menegaskan bahwa Scorpio Pik Up menjadi tulang punggung logistik yang andal untuk menghubungkan petani langsung ke pasar dengan lebih efisien.

"Dengan menerapkan Scorpio Pik Up sebagai bagian dari koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar dengan lebih efisien," katanya dalam keterangan resmi.

Spesifikasi dan Keunggulan Mobil

Mobil ini dibekali mesin diesel 2.2 L mHawk berstandar Euro 4 yang mampu menghasilkan tenaga 140 PS dan torsi 320 Newton meter, disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan. Keunggulan utama terletak pada sistem penggerak empat roda (4x4), yang memungkinkan kendaraan ini melibas medan perkebunan berlumpur dan sulit dijangkau kendaraan biasa.

Dengan berat kotor 3.150 kilogram, varian single cabin ini mampu mengangkut beban hingga 1.095 kilogram sekali jalan. Dimensinya yang besar dengan bak kargo 2.390 x 1.620 x 830 milimeter memberikan ruang lega untuk angkutan komoditas, sementara velg alloy dengan ban ukuran 245/75 R16 menambah kesan gagah sekaligus fungsional.

Sorotan Terhadap Kebijakan Impor di Tengah Utang Negara

Kebijakan mendatangkan mobil impor tersebut mendapat kritik karena dianggap tidak memperhatikan kondisi fiskal yang defisit dan utang negara yang terus meningkat. Banyak pihak mempertanyakan alasan pemerintah memilih mengimpor 35 ribu unit mobil dari India, sementara industri otomotif dalam negeri juga mampu memproduksi kendaraan dengan kualitas kompetitif.

Keputusan ini dianggap sebagai anomali dan ironi di tengah tekanan ekonomi yang berat, dimana pengeluaran besar untuk impor kendaraan dinilai tidak tepat dan berpotensi membebani fiskal negara lebih jauh.

Lebih lanjut, sorotan ini mendorong pertanyaan mengenai prioritas kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya dan mendukung industri dalam negeri agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

(Erfyansyah/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |