Waketum Hanura Kritik BP Taskin di Bawah Kepemimpinan Budiman Sudjatmiko: Kegiatan Banyak Ceremony, Data Kemiskinan Tak Transparan

4 hours ago 3

FAJAR.CO.ID - Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Andi Ryza Fardiansyah, mengungkapkan keheranannya atas kinerja Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko. Meski lembaga ini sudah berdiri selama dua tahun sejak periode pemerintahan Prabowo-Gibran, Ryza menilai BP Taskin belum menunjukkan hasil nyata dalam percepatan pengentasan kemiskinan dan lebih banyak melakukan kegiatan seremonial.

"Pas gue buka Instagram-nya, lembaga ini tidak punya website resmi. Masa selama dua tahun tidak pernah ke NTT, Papua, atau bahkan tahu masih ada daerah seperti Pulau Sumba yang belum dapat listrik?" katanya saat mengkritisi kurangnya transparansi dan aktivitas lapangan BP Taskin.

Lebih lanjut, Ryza juga menagih data kemiskinan versi BP Taskin yang belum tersedia untuk publik. Menurutnya, dua tahun waktu yang cukup untuk melakukan pendataan dan analisis yang akurat.

Kepemimpinan Budiman Sudjatmiko dan Harapan Awal

Budiman Sudjatmiko, yang dikenal sebagai tokoh reformasi dan aktivis 98 dengan latar belakang sosialis, dilantik sebagai Kepala BP Taskin oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024. Dengan rekam jejaknya, banyak pihak awalnya berharap lembaga ini akan efektif dalam mengatasi kemiskinan.

"Bang BS adalah senior aktivis yang sangat kental dalam corak berpikir sosialis. Jadi menurut gue, cocok nih yang jadi kepala BP Taskin, betul-betul mengerti proletariat dan berasal dari akar rumput, bukan elite yang baru mau belajar hidup susah," jelas Ryza.

Kritik atas Fokus Kegiatan BP Taskin

Namun, Ryza menilai kegiatan BP Taskin lebih banyak berkutat pada agenda resmi seperti MoU dan menerima kunjungan, bahkan terakhir ikut mengurus program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya tidak tercantum dalam tugas BP Taskin berdasarkan Perpres No. 163 Tahun 2024.

"Kegiatannya malah kebanyakan MoU, ceremony, menerima kunjungan. Kegiatan terakhir malah ngurus MBG. Kan gak ada di Perpres-nya kalau BP Taskin itu tugasnya ngurusin MBG?" pungkas Ryza dengan nada kritik.

Program Makan Bergizi Gratis dan Strategi Budiman

Saat dilantik, Budiman Sudjatmiko mengungkapkan strategi percepatan pengentasan kemiskinan melalui program Makan Bergizi Gratis yang menyasar 82 juta anak dan ibu-ibu. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat miskin sebagai produsen dalam rantai pasok program tersebut.

"Kita ingin program suplai makan bergizi gratis untuk 82 juta anak dan ibu-ibu, beras, sayur, dan telur terutama disuplai oleh orang-orang yang baru jatuh miskin. Kita buka akses untuk mereka," terang Budiman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Budiman juga menambahkan bahwa pelatihan, pembuatan ekosistem, dan koneksi digital dengan pasar Makan Bergizi Gratis menjadi kunci agar masyarakat miskin dapat menjadi produsen beras dan produk lainnya.

"Minimal harus 50 persen orang miskin jadi supplier. Kita sediakan akses dan aset, serta berbicara dengan PNM agar berikan KUR supaya orang miskin bisa bikin kandang untuk daging ayam dan telur," pungkasnya.

Sementara itu, kritik Ryza membuka perdebatan mengenai efektivitas dan transparansi BP Taskin dalam menjalankan mandat percepatan pengentasan kemiskinan yang menjadi harapan publik sejak awal pembentukan lembaga ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |