Pekerja lapangan (ilustrasi/Pemprov Jateng)
FAJAR.CO.ID — Menjalani puasa Ramadhan bagi pekerja lapangan yang menghadapi aktivitas fisik tinggi dan paparan panas matahari bukan perkara mudah. Namun, dengan manajemen yang tepat, ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan dan produktivitas kerja.
Fokus pada Asupan dan Pola Minum
Sahur menjadi pondasi utama untuk menjaga energi sepanjang hari. Pilihan makanan yang mengenyangkan lebih lama seperti karbohidrat kompleks, dipadukan dengan protein, serta tambahan sayur dan buah sangat dianjurkan. Hal ini membantu menjaga massa otot sekaligus memperlambat rasa lapar.
"Sahur bukan sekadar ritual formalitas, tapi sumber energi utama yang harus diperhatikan," jelasnya.
Selain itu, strategi minum sangat penting untuk menghindari dehidrasi. Minum air secara bertahap dengan pola dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah tarawih, dan dua gelas saat sahur lebih efektif daripada minum sekaligus banyak.
"Kurangi konsumsi kopi dan minuman berkafein yang bersifat diuretik karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh," katanya saat ditemui.
Atur Ritme Kerja dan Perlindungan Diri
Pengaturan waktu kerja menjadi kunci untuk menjaga stamina. Pekerjaan berat sebaiknya dilakukan di pagi hari saat energi masih penuh dan suhu udara belum terlalu panas. Sementara pekerjaan ringan dapat dialihkan ke siang dan sore hari.
"Jika jam kerja tidak bisa diubah, penting bagi pekerja untuk mengenali batas tubuh dan beristirahat di tempat teduh guna mencegah kelelahan berlebih," pungkasnya.
Perlengkapan sederhana seperti topi, helm proyek, dan pakaian lengan panjang berbahan ringan juga sangat membantu mengurangi paparan panas langsung dan menjaga stamina. Sepatu kerja yang nyaman turut mengurangi kelelahan otot selama beraktivitas.
Berbuka dan Pemulihan Tubuh yang Tepat
Berbuka puasa dengan cara yang benar juga berdampak besar pada kondisi tubuh. Memulai dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma atau buah membantu mengembalikan energi tanpa membuat tubuh lemas.
"Hindari makan berlebihan saat berbuka karena itu justru membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk," katanya.
Selain itu, tidur cukup sangat penting untuk pemulihan otot dan menjaga fokus kerja. Mencuri waktu tidur singkat atau tidur lebih awal dapat membantu menjaga stamina selama puasa.
Dengarkan Tubuh dan Jaga Kesehatan
Tanda-tanda seperti pusing, mual, gemetar, atau lemas berlebihan harus menjadi peringatan untuk tidak memaksakan diri. Menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab pribadi sekaligus ibadah.
Ramadhan menjadi momen penting untuk belajar mengenali batas dan kemampuan tubuh sendiri agar ibadah puasa dapat dijalani dengan sehat dan produktif meski di tengah tantangan pekerjaan lapangan yang berat.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































