Keutamaan dan Tata Cara Membaca Doa Berbuka Puasa sesuai Sunnah Rasulullah

3 hours ago 3
Ilustrasi Puasa

FAJAR.CO.ID - Berbuka puasa bukan hanya sekadar mengakhiri lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri, tetapi juga merupakan momen mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa doa saat berbuka puasa memiliki keutamaan luar biasa karena doa tersebut tidak akan ditolak.

"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka terdapat doa yang tidak akan ditolak," jelas Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Doa Berbuka Puasa yang Shahih dan Waktunya

Doa berbuka puasa yang paling shahih dan memiliki dasar hadis kuat adalah doa yang berbunyi:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dalam bacaan latin: Dzahabaẓ-ẓama’u wabtallatil ‘urūq, wa tsabatal ajru insyā’Allāh.

Artinya, "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah." Doa ini diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dinilai hasan oleh para ulama hadis.

Hal penting yang sering keliru dilakukan adalah membaca doa ini sebelum berbuka. Padahal, doa berbuka puasa yang benar dibaca setelah seseorang mulai berbuka, seperti setelah minum air atau makan kurma. Hal ini sesuai dengan makna doa yang menyebutkan bahwa rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah.

Melanjutkan Doa Setelah Berbuka

Setelah membaca doa berbuka puasa yang shahih, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa-doa lain sesuai kebutuhan. Misalnya, memohon ampunan dosa, meminta kesehatan dan keberkahan hidup, mendoakan anak, keluarga, dan orang tua, serta memohon rezeki yang halal dan berkah.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |