Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid.
Fajar.co.id, Makassar -- Upaya Menteri Pertanian mendorong swasembada pangan, sebagai bagian dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mendapat sambutan positif dari mahasiswa.
Namun, ada satu catatan penting: pencapaian itu bisa saja runtuh kalau lahan pertanian produktif terus tergerus. Itulah inti peringatan yang disampaikan kalangan kampus di tengah optimisme pemerintah.
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, mengakui langkah itu sebagai bentuk keberpihakan pada kedaulatan negara. Tapi, menurutnya, tantangan terberat justru datang dari dalam.
"Kami mengapresiasi penuh ikhtiar Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sejalan dengan agenda Asta Cita nya untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara pangan. Ini adalah langkah strategis yang patut kita dukung bersama," tuturnya.
"Akan tetapi, upaya ini harus diperkuat dengan kebijakan yang konsisten di tingkat fundamental," lanjut Zulhamdi, melalui keterangan tertulisnya kepada fajar.co.id, Rabu (18/2/2026).
"Ancaman terbesar kita saat ini adalah laju alih fungsi lahan pertanian yang terus menggerus lumbung-lumbung padi kita. Swasembada tidak akan berkelanjutan jika lahannya terus hilang," urainya.
Data yang Mengkhawatirkan dan Solusi yang Mendesak
Ia merujuk pada data yang memperlihatkan puluhan ribu hektar sawah berubah jadi kawasan industri atau perumahan tiap tahun.
Angka itu, baginya, adalah alarm bahaya. Fokus pemerintah, tegasnya, tak boleh cuma pada mendongkrak produksi, melainkan juga melindungi sumber produksi itu sendiri.
"Solusinya jelas dan mendesak: pemerintah harus segera memberlakukan moratorium total terhadap alih fungsi lahan pertanian produktif," tegas Zulhamdi.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































