Pentingnya Penyaluran MBG Selama Libur Lebaran: Yusuf Dumdum Ungkap Dampak Rp7 Triliun Jika Libur

3 hours ago 3
MBG (UGM)

FAJAR.CO.ID - Kebijakan pemerintah yang tetap menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur Lebaran menjadi sorotan tajam dari pegiat media sosial Yusuf Dumdum. Ia menegaskan bahwa program ini harus terus berjalan meskipun dalam kondisi libur, mengingat dampak finansial dan sosial yang sangat besar jika program dihentikan sementara.

"Mau apapun kondisinya, MBG tetap harus disalurkan, mengapa?" kata Yusuf saat ditemui di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Anggaran Besar yang Menjadi Alasan Utama

Yusuf membeberkan bahwa anggaran MBG mencapai sekitar Rp1,2 triliun per hari, yang ia bulatkan menjadi Rp1 triliun untuk memudahkan perhitungan. Jika selama tujuh hari libur Lebaran program ini tidak disalurkan, maka sekitar Rp7 triliun anggaran tidak akan tersalurkan kepada pengelola dapur.

"Jika selama Lebaran MBG libur 7 hari, maka otomatis anggaran sebesar Rp7 triliun nggak jadi dibagi-bagi kepada pemilik dapur," jelasnya.

Komposisi Penggunaan Anggaran MBG

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan rincian penggunaan anggaran tersebut. Sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan makanan, 20 persen untuk biaya operasional, dan 10 persen untuk insentif. Dengan demikian, sekitar 30 persen dana dari total anggaran masuk langsung ke kantong dapur.

"Nah dari Rp7 triliun itu, hitung-hitungannya adalah 70 persen untuk biaya beli bahan makanan, 20 persen untuk operasional, 10 persen untuk bayar-bayar insentif. Jadi total ada 30 persen dana yang masuk kantong dapur," bebernya.

Ia menambahkan, 30 persen dari Rp7 triliun setara dengan Rp2,1 triliun, dengan catatan perhitungan tersebut sesuai aturan yang ditentukan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |